ADSENSE1

Cek Disini Pastikan Kamu Tidak Termasuk.. !!! Orangtua Yang Durhaka Kepada Anaknya,

 

sumber foto : theasianparents

Sifat durhaka adalah sifat yang tidak baik dan bisa membuat seseorang berdoa. Syekh Ali Jaber telah menjelaskan bahwa durhaka adalah perbuatan yang tercela.

Pada umumnya sifat durhaka sering disematkan kepada anak. Anak-anak yang suka membangkang dan memiliki perilaku tercela kepada orang tua bisa disebut dengan anak durhaka.

Namun ternyata sifat durhaka tak hanya dimiliki oleh anak saja. Menurut almarhum Syekh Ali Jaber ternyata orang tua juga bisa jadi durhaka kepada anak.

Seperti dikutip PortalJember.com dari YouTube Syekh Ali Jaber yang diunggah tanggal 14 Oktober 2020, berikut adalah 10 tanda orang tua durhaka kepada anak menurut almarhum Syekh Ali Jaber:

1. Yang pertama orang tua suka mencaci maki anak. Ini sangat bahaya apalagi kalau orang tua sedang emosi.

2. Yang kedua kita menghina anak. Misalnya orang tua menghina mereka di hadapan orang lain dan teman-temannya,"

3. Yang ketika orang tua selalu suka membandingkan anak-anak dengan orang lain. Hal ini berbahaya karena bisa menimbulkan kecil hati dan kebencian kepada orang lain.

4. Yang keempat cinta dengan syarat. Misalnya seorang ibu bilang dia cinta anaknya kalau anaknya mau ngaji, harusnya kalau cinta ya cinta saja jangan pakai syarat.

5. Yang kelima orang tua menyampaikan informasi yang salah kepada anak kita. Misalnya orang tua bilang laki-laki tidak boleh nangis, padahal tidak seperti itu dan hal ini bisa menyebabkan sakit jiwa.

6. Yang keenam ini yang lebih bahaya adalah orang tua yang selalu memberikan ancaman. Misalnya anak ditakut-takuti hantu.

7. Yang ketujuh kita selalu melarang anak kita tanpa menjelaskan alasannya.

8. Yang kedelapan menghancurkan kepercayaan anak terhadap dirinya. Misalnya mengatakan anaknya adalah anak yang bodoh.

9. Yang kesembilan orang tua yang berdoa untuk anak dengan doa-doa yang buruk. Misalnya mendoakan anaknya celaka.

10. Yang kesepuluh orang tua suka membongkar aib anak dihadapan orang lain. Misal membongkar rahasia dia masih suka mengompol.

Tanda-tanda di atas yang diungkap almarhum Syekh Ali Jaber wajib diperhatikan khususnya oleh orang tua. Karena apabila orang tua melakukan hal-hal di atas bisa sangat berdosa menurut almarhum Syekh Ali Jaber.

Untuk menghindari hal-hal di atas ada baik orang tua belajar mengontrol emosi dan lebih peka terhadap anak.

"Saya selalu sampaikan kepada jamaah kalau lagi emosi hendaknya menjauh dari anak, jangan jadikan anak korban," ucap almarhum Syekh Ali Jaber.

"Itulah yang namanya durhaka orang tua kepada anak sebelum anak durhaka kepada orang tua," jelas almarhum Syekh Ali Jaber.

Memuliakan orang tua menjadi salah satu sebab seseorang anak menjadi ahli surga. Sebaliknya berbuat durhaka kepada kedua orang tua menjadi sebab seseorang menjadi penghuni neraka.

Islam mengajarkan untuk memuliakan dan berlaku baik terhadap orang tua. Kendati demikian, orang tua juga ternyata bisa dianggap durhaka terhadap anaknya, jika dalam konteks mempertahankan keimanan dan agama Islam.

Alkisah, seorang sahabat nabi yang bernama Saad bin Abi Waqash adalah seorang sahabat yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang.

Dia masuk Islam ketika usianya menginjak 16 tahun. Namun, dia pernah dipaksa oleh ibunya untuk murtad dari agama Allah ﷻ.

Kisah Saad bin Abi Waqash ini diceritakan Ustadz Fahmi Salim dalam bukunya yang berjudul “Tadabbur Qur’an di Akhir Zaman” terbitan Pro-U Media.

Dia mengatakan, ketika beriman kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya, Saad kemudian menceritakan keimanannya kepada ibunya.

Namun, sang ibu yang selama ini sangat menyayangi dan memanjakannya tiba-tiba jatuh sakit. Karena, sang ibu kaget mendengar putranya yang telah masuk Islam, agama yang sangat dibencinya. Keluarganya juga sangat membenci Nabi Muhammad ﷺ.

Karena itu, ketika Saad masuk Islam, keluarganya merasa tertampar, terutama ibunya yang langsung menghukum putra kesayangannya dengan tidak memberinya nafkah. Namun, hukuman ini tidak mempan untuk mengubah keimanan Saad.

Sang ibu pun tak kekurangan akal. Dia mogok makan sampai mengalami sakit keras. Aksi mogok makan ini dilakukannya untuk membujuk Sa’ad agar murtad dari agama Rasulullah ﷺ.

Tapi, cara ini juga tidak berhasil, sanga putra justru mengatakan, “Jangan engkau lakukan itu wahai Ibuku. Sungguh, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini. Demi Allah ﷻ, ketahuilah wahai Ibu, seandainya engkau mempunyai seratus nyawa dan keluar satu per satu, maka aku tidak akan meninggalkan agama ini.”

Menurut Ustadz Fahmi Salim, pernyataan Saad tersebut sangat tegas, tetapi disampaikan dengan penuh kelembutan kepada ibunya.

Sikap teguh ini di kemudian hari meluluhkan sang ibu hingga akhirnya ikut memeluk Islam atas izin Allah ﷻ.

“Sikap keras sang ibu kepada anaknya itu sesungguhkan mencerminkan sikap durhaka orang tua terhadap anaknya,” kata Ustadz Fahmi.

Penulis : Yunia Permadani Putri E via portaljember.pikiran-rakyat.com

Belum ada Komentar untuk "Cek Disini Pastikan Kamu Tidak Termasuk.. !!! Orangtua Yang Durhaka Kepada Anaknya,"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

ADSENSE2

MGID Gadget Pintar

ADSENE3