ADSENSE1

4 Rekening Bersaldo Puluhan Milyar Disita Polisi, Indra Kenz Terancam di Miskinkan

 

sumber foto : suara

Influencer Indra Kesuma alias Indra Kenz telah ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus judi online dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) melalui platform aplikasi Binomo.

Setelah Indra Kenz menjadi tersangka pada 24 Februari 2022, Bareskrim terus melakukan pengejaran terhadap pihak lain yang juga terlibat. Penyidik kini melakukan pelacakan aset Indra Kenz dan orang-orang terdekatnya yang terkait dengan kasus itu.

“Penyidik akan melakukan tracing terhadap aset milik Saudara IK (Indra Kenz) yang terkait dengan transaksi yang dilakukan yang ada hubungannya dengan perkara kasus ini,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan secara virtual, Kamis (25/2/20222).

Indra yang kerap disapa crazy rich Medan itu kini tengah mendekam di Rumah Tahanan Bareskrim Polri dan terancam kurungan 20 tahun penjara akibat tindakannya. Indra diduga melakukan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan/atau penipuan, perbuatan curang dan/atau TPPU.

Ia disangkakan dengan Pasal 45 ayat 2 jo pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 ayat 1 jo pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Subsider Pasal 3 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kemudian, Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Lacak aset pacar dan keluarga Direktur Tindak Pidana Ekonomis Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan menyatakan, pihaknya akan melakukan tracing dan menyita aset pacar hingga keluarga tersangka kasus Binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz.

Whisnu menyampaikan, hal itu akan dilakukan apabila mereka terbukti menerima uang dari hasil TPPU yang dilakukan Indra Kenz. “Kami akan cek. Kalau pacarnya pun terima uang ya kami kejar, keluarganya punya uang kita kejar. Itu namanya tindak pidana pencucian uang,” kata Whisnu kepada wartawan, Selasa (1/3/2022).

Whisnu menekankan, pihaknya hanya akan menyita aset yang berkaitan dengan kasus Binomo. Menurut dia, jika ada pihak yang disinyalir terbukti menerima uang hasil TPPU Indra Kenz akan ditindaklanjuti. Bareskrim juga tengah merencanakan pemeriksaan terhadap keluarga Indra Kenz.

“Kami akan kembangkan (tracing aset) juga kepada orang-orang terdekat. Siapa yang mencicipi atau menerima uang hasil tindak pidana pencucian uang pasti akan kena. Orang terdekatnya,” kata Whisnu.

4 rekening diblokir Hingga saat ini, penyidik sudah memblokir empat rekening milik Indra Kenz. Namun, Whisnu belum merinci nilai total rekening yang diblokir. Ia hanya memperkirakan jumlah uang dalam empat rekening itu mencapau puluhan miliar rupiah.

“Terkait dengan apa yang kami sita, sudah kami blokir, ada empat rekening yang kami blokir. Uangnya ada di situ puluhan miliar," ujar Whisnu. Baca juga: Diduga Hasil Penipuan Binomo, Rumah Mewah Indra Kenz di Medan Bakal Disita Dalam rangka melakukan tracing aset, Bareskrim juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Diduga tutupi dalang Binomo Whisnu menduga, Indra Kenz menutupi identitas pengelola dan dalang di balik platform aplikasi Binomo. Menurut dia, Indra tidak mungkin tak mengenal pengelola platform aplikasi Binomo.

Apa lagi, Indra kerap menerima uang melalui platform aplikasi itu. “(Platform) Binomo itu dia (Indra) mengatakan, si Indra Kenz itu, dia mengatakan dia tidak kenal, dia menutupi,” kata Whisnu kepada wartawan, Selasa kemarin. Whisnu juga meyakini ada nama dan tokoh lain di balik aplikasi berkedok trading binary option itu.

Ia menegaskan, polisi masih terus mendalami dan akan mengungkap identitas pengelola serta dalang aplikasi Binomo. Berdasarkan penyidikan, dia menduga server aplikasi Binomo ada di luar negeri, namun ada pemain Binomo yang berada di Indonesia.

“Server luar negeri, tapi main di sini juga, orang Indonesia-lah. Tunggu waktulah kami akan ungkap (dalang di balik aplikasi Binomo),” kata Whisnu. Setelah Indra Kenz, penyidik Dittipideksus Bareskrim kini telah mengantongi dua nama pihak lain yang kemungkinan akan diperiksa. Dua nama itu diperoleh dari hasil pemeriksaan saksi yang sudah diperiksa penyidik.

“Ya di kami mungkin ada dua lagi, dari keterangan saksi ya,” kata Whisnu. Akan tetapi, Whisnu masih belum mau mengungkapkan inisial nama dua orang itu. Menurut dia, pihaknya masih perlu mendalami keterangan dari para saksi. “Ada beberapa saksi afiliator lainnya.

Kami akan periksa, apakah memenuhi unsur atau tidak. Kalau memenuhi unsur pasti akan kami tangkap dan tahan,” imbuhnya.

Indra Kenz yang dijuluki crazy rich Medan kini menjadi tersangka kasus pencucian uang. Indra yang terancam dimiskinkan polisi, pernah ootd dengan outfit Rp 700 juta. Seperti apa?
Indra Kenz saat ini sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ada dua kasus yang menjeratnya yaitu dugaan investasi bodong aplikasi Binomo dan tindak pidana pencucian uang

Kepolisian akan mengusut ke mana saja uang Indra Kenz dialirkan dan siap melakukan penyitaan. Oleh karena itu pria yang pernah bekerja sebagai supir taksi online itu terancam dimiskinkan.

"Makanya kita lihat semua (transaksinya). Pokoknya pencucian uang itu kita follow the money, uang dapat berapa? Ke mana saja? Ke pacarnya, ke keluarganya, sita-sita semua gitu. Makanya dimiskinkan," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dihubungi, Selasa (1/3/2022).

Apa yang kini dialami Indra Kenz sungguh sebuah ironi. Sebelum terancam dimiskinkan, Indra kerap memamerkan gaya hidup mewahnya. Dia kerap berpose saat naik jet pribadi, memperlihatkan rumah mewahnya hingga deretan mobil mahalnya.

Selain itu Indra Kenz juga beberapakali menampilkan outfit mahalnya. Salah satunya saat dia pamer OOTD (Outfit Of The Day) yang totalnya mencapai Rp 700 juta.

"Oufit 700 Juta Check!! Oufit yg gua pakai ini seharga rumah pertama yg gua beli KPR 10 taun," begitu tulisnya di Instagram pada Januari 2021.

Setahun lalu Indra Kenz memamerkan penampilannya dari ujung kepala hingga kaki yang serba mewah. Dia menyebut outfit tersebut merupakan busana untuk santai.

Indra mengaku memakai topi Gucci seharga Rp 6 juta. Kemudian kaus yang dikenakan pria kelahiran 31 Mei 1996 itu datang dari brand Off White seharga Rp 4 juta.

Dari barang-barang fashion yang menempel di tubuhnya itu, termahal adalah jam tangan Audemars Piguet yang harganya disebutnya mencapai Rp 500 juta. Indra Kenz juga membawa tas Louis Vuitton yang harganya mencapai Rp 40 juta.

Kini semua barang-barang mewah yang menempel di tubuhnya itu terancam disita polisi. Sebab polisi menegaskan akan menyita semua harta Indra Kenz yang menjadi tersangka pencucian uang.

Penulis : Rahel Narda Chaterine via nasional.kompas.com

Belum ada Komentar untuk "4 Rekening Bersaldo Puluhan Milyar Disita Polisi, Indra Kenz Terancam di Miskinkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

ADSENSE2

MGID Gadget Pintar

ADSENE3