ADSENSE1

Yang di Tunggu : Polri Jelaskan Nasib Aduan 'Majelis Adat Sunda' terkait anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan

 

sumber foto : suara

Aduan Majelis Adat Sunda terkait anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan di Polda Jawa Barat dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Polri menyebut laporan itu sudah diproses.
"Semua sudah diproses, nanti akan kita sampaikan update-nya dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Dedi tidak menjelaskan secara rinci terkait sampai sejauh mana pemrosesan laporan tersebut. Dia hanya menegaskan laporan terhadap Arteria Dahlan tengah diproses. "Kita tunggu dulu, ya, semuanya sedang berproses karena yang menangani dari Polda Metro Jaya," ucapnya.

Sebelumnya, ucapan Arteria Dahlan yang menyinggung masyarakat Sunda yang diadukan di Polda Jabar dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Aduan tersebut dilimpahkan lantaran lokasi kejadian berada di Senayan, Jakarta.

Pelimpahan sudah dilakukan oleh Polda Jabar ke Polda Metro Jaya pada Selasa (25/1). Anggota DPR RI tersebut diadukan oleh Majelis Adat Sunda.

"Laporan pengaduan tersebut sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Rabu (26/1).

Ibrahim menjelaskan ada beberapa pertimbangan yang membuat pengaduan itu dilimpahkan. Salah satunya, lokasi ucapan Arteria Dahlan itu dilakukan di Jakarta. "Karena pertimbangan kejadiannya di wilayah Jakarta," kata Ibrahim.

Ucapan Arteria Dahlan yang menyinggung masyarakat Sunda yang diadukan di Polda Jabar dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Aduan tersebut dilimpahkan lantaran lokasi kejadian berada di Senayan, Jakarta.

Pelimpahan sudah dilakukan oleh Polda Jabar ke Polda Metro Jaya pada Selasa (25/1). Anggota DPR RI tersebut diadukan oleh Majelis Adat Sunda. "Laporan pengaduan tersebut sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Rabu (26/1/2022).

Ibrahim menjelaskan ada beberapa pertimbangan yang membuat pengaduan itu dilimpahkan. Salah satunya, lokasi ucapan Arteria itu dilakukan di Jakarta. "Karena pertimbangan kejadiannya di wilayah Jakarta," kata Ibrahim.

Sekadar diketahui, Majelis Adat Sunda melaporkan Arteria Dahlan ke Polisi. Mereka menilai ucapan Arteria soal 'Kajati Berbahsa Sunda' dipecat sudah menyakiti perasaan masyarakat Sunda.

"Ini yang menyakitkan orang Sunda, saudara-saudara kita dari daerah lain juga merasa tersinggung, hari ini mungkin nasib jeleknya lagi menimpa orang Sunda, diperlakukan seperti itu. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari suku bangsa lain bakal dilakukan hal yang sama," ujar Pupuhu Agung Dewan Keratuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Sebagja.

Meski Arteria sudah meminta maaf, Majelis Adat Sunda tetap melanjutkan proses hukum. Hal ini, kata Ari, sebagai bagian membuat efek jera untuk tak lagi melakukan perbuatan yang menyakiti perasaan masyarakat.

"Kalau memaafkan, kami sudah memaafkan tapi kan harus ada pembelajaran apalagi anggota DPR RI melakukan tindakan tidak terpuji maka kami akan tetap melakukan proses hukum," ujar Ari.

Arteria Dahlan dilaporkan Majelis Adat Sunda ke Polda Jabar atas ucapan copot Kajati gegara berbahasa Sunda. Polda Jabar menyebut laporan tersebut berbentuk pengaduan bukan Laporan Polisi (LP).
"Bentuknya yang kita terima adalah pengaduan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Jumat (21/1/2022).

Ibrahim menuturkan meski berbentuk pengaduan, pihaknya akan menindaklanjuti. Namun langkah awal tindak lanjut tersebut berupa klarifikasi.

Pihaknya juga menyebut klarifikasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaduan tersebut. Terlebih diketahui locus delicti atau lokasi kejadian berada di Jakarta. "Karena seperti yang kita semua tahu bahwa kejadiannya di Jakarta," kata Ibrahim.

Sebelumnya, Majelis Adat Sunda melaporkan Arteria Dahlan ke Polisi. Mereka menilai ucapan Arteria sudah menyakiti perasaan masyarakat Sunda.

"Ini yang menyakitkan orang Sunda, saudara-saudara kita dari daerah lain juga merasa tersinggung, hari ini mungkin nasib jeleknya lagi menimpa orang Sunda, diperlakukan seperti itu. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari suku bangsa lain bakal dilakukan hal yang sama," ujar Pupuhu Agung Dewan Keratuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Sebagja.

Meski Arteria sudah meminta maaf, Majelis Adat Sunda tetap melanjutkan proses hukum. Hal ini, kata Ari, sebagai bagian membuat efek jera untuk tak lagi melakukan perbuatan yang menyakiti perasaan masyarakat.

"Kalau memaafkan, kami sudah memaafkan tapi kan harus ada pembelajaran apalagi anggota DPR RI melakukan tindakan tidak terpuji maka kami akan tetap melakukan proses hukum," ujar dia.

Penulis : Mulia Budi via news.detik.com

Belum ada Komentar untuk "Yang di Tunggu : Polri Jelaskan Nasib Aduan 'Majelis Adat Sunda' terkait anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

ADSENSE2

MGID Gadget Pintar

ADSENE3