ADSENSE1

di Stop di Polda Metro Jaya, Majelis Adat Sunda Lapor Kompolnas

 

sumber foto : unikpost 

Pelapor Arteria Dahlan membuat laporan pengaduan ke Kompolnas atas perkara Arteria Dahlan yang diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (RAS).  Kuasa hukum Majelis Adat Sunda Susane Febriyanti mengatakan, ada perbedaan pasal dalam laporan yang ditangani Polda Metro Jaya. 

"Adanya perbedaan laporan pengaduan yang kami punya dengan laporan pengaduan yang berkas perkaranya diserahkan dari Polda Jabar ke Polda (Metro Jaya),"

kata Susane dihubungi JPNN.com, Kamis (10/2).  Susane menuturkan, kliennya melaporkan Arteria Dahlan ke Polda Jawa Barat atas pelanggaran sejumlah pasal. Salah satunya adalah pelanggaran Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. 

Namun, lanjut Susane, hanya pelanggaran pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) saja yang ditangani Polda Metro Jaya.  "Yang mana di dalamnya dampaknya hanya mencantumkan pasal ITE saja, sedangkan kami juga mengadukan (adanya) pelanggaran diskriminasi ras dan etnis, serta UU No 40 tahun 2008 dan Pasal 156 KUHP," ujarnya. 

Kata Susane, dengan adanya perbedaan laporan yang diterima Polda Metro Jaya dengan yang pelapor buat, maka ini merugikan pihaknya. 

Sebelumnya, Majelis Adat Sunda bersama perwakilan adat Minang dan sejumlah komunitas adat Kesundaan melaporkan anggota DPR RI komisi III Arteria Dahlan ke Polda Jabar, Kamis (20/1).

Arteria Dahlan dilaporkan setelah menyinggung penggunaan bahasa Sunda dalam rapat kerja yang dalam pernyataannya dilakukan oleh kepala kejaksaan tinggi (kajati). 

"Kami hari ini melaporkan saudara Arteria Dahlan, anggota DPR RI yang telah menyatakan dalam berita yang viral di YouTube dan media sosial meminta mencopot kepala kejaksaan tinggi yang berbicara dalam rapat menggunakan bahasa Sunda,"

kata Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatt, Kota Bandung. Menurut Ari, ucapan Arteria Dahlan dalam rapat di DPR RI sudah menyakiti perasaan masyarakat Sunda. 

"Ini menyakiti perasaan orang Sunda, saudara-saudara kita dari daerah lain juga merasa tersinggung. Hari ini mungkin nasib jeleknya lagi menimpa orang Sunda, diperlukan seperti itu. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari suku bangsa lain bakal diperlakukan hal yang sama," katanya.

Penulis : admin via jabar.jpnn.com

Belum ada Komentar untuk "di Stop di Polda Metro Jaya, Majelis Adat Sunda Lapor Kompolnas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

ADSENSE2

MGID Gadget Pintar

ADSENE3