ADSENSE1

VIRAL,, Tamparan Keras... Respon Kang Dedi Mulyadi Tentang Sikap Arteria Dahlan yang Larang Kajati Berbicara Bahasa Sunda

 

sumber foto : UnikPost.com

Bahasa Sunda diusik kader PDIP, Arteria Dahlan. Anak buah Megawati ini meminta Jaksa Anggung mengganti Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara bahasa Sunda. Entah dalam momen apa Kajati berbahasa Sunda, Arteria Dahlan tidak menjelaskannya saat di Gedung DPR RI.

Arteria Dahlan kemudian lantang mengatakan "Kita Ini Indonesia Pak" pada Jaksa Agung ST Burhanuddin Dari video singkat itu, Arteria Dahlan tampak singkat mengucap pendapat yang diawali dengan kalimat sayang pada pak JA (Jaksa Agung).

Dia mengatakan ada kritik sedikit pada Jaksa Agung, dimana ada Kajati yang berbicara pada saat rapat menggunakan Bahasa Sunda. Arteria Dahlan kemudian tegas dengan mimik muka yang menekan, meminta Jaksa Agung mengganti Kajati yang berbicara menggunakan Bahasa Sunda.

Kritik Arteria Dahlan hingga meminta Kajati diganti ini menuai reaksi dari publik dan tokoh. Satu di antaranya adalah Dedi Mulyadi. Melalui rilisnya, Dedi Mulyadi sampai menyinggung soal suap dalam mengomentari Arteria Dahlan.

Kang Dedi sapaannya, mempertanyakan apa yang salah dari pejabat berbicara bahasa Sunda sampai harus dicopot dari jabatannya. Anggota DPR RI ini menegaskan, penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan rapat adalah hal wajar.

Dalam berdialog kata Kang Dedi bahasa ibu sering digunakan sebagai bentuk keakraban berbudaya pada sesama. Sehingga, wajar jika Kajati berbicara bahasa Sunda pada sesama warga Sunda. Hal itu lanjut Dedi adalah simbol keakraban. "Wajar saja dilakukan selama yang diajak rapat dan yang diajak diskusi itu mengerti bahasa daerah yang digunakan sebagai media dialog pada waktu itu," ujar Dedi Mulyadi.

Saat menjadi Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjadikan bahasa Sunda sebagai media dialog dengan warganya yang memang mengerti Bahasa Sunda. Bahkan dengan sesama pejabat yang berasal dari Sunda, Dedi selalu memakai Bahasa Sunda. Dia kemudian membandingkan di Jawa Tengah, antar pejabat menggunakan Bahasa Jawa.

"Saya lihat di Jawa Tengah juga bupati, wali kota, gubernur sering juga menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan kesehariannya. Ini adalah bagian dari kita menjaga dialektika bahasa sebagai keragaman Indonesia," ucapnya.

Menggunakan Bahasa Sunda tegas Dedi bukan berarti tidak nasionalis. Dia lantas mengingatkan jika sikap nasionalisme lahir dan dibangun dari kekuatan daerah-daerah. Kang Dedi kemudian menyinggung soal suap.

"Jadi kalau Kejati terima suap saya setuju untuk diganti, tapi kalau pimpin rapat pakai bahasa Sunda apa salahnya?" kata Kang Dedi Mulyadi. Soal Bahasa Sunda, lanjut Dedi, dirinya saat memimpin rapat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI kerap menyisipkan Bahasa Sunda di dalamnya.

"Justru itu malah membuat suasana rapat rileks tidak tegang. Sehingga apa yang ada di pikiran kita, gagasan kita bisa tercurahkan. Dan lama-lama anggota yang rapat sedikit banyak mendapat kosakata baru bahasa Sunda yang dimengerti," katanya. "Jadi bagi saya tidak ada problem apapun orang mau menggunakan bahasa daerah manapun di Nusantara ini selama itu bisa dipahami oleh peserta rapat atau acara yang kita pimpin," kata Kang Dedi Mulyadi

Penulis : Abdul Muhaemin via pikiran-rakyat.com

Belum ada Komentar untuk "VIRAL,, Tamparan Keras... Respon Kang Dedi Mulyadi Tentang Sikap Arteria Dahlan yang Larang Kajati Berbicara Bahasa Sunda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

ADSENSE2

MGID Gadget Pintar

ADSENE3