SHALAT tapi PIKIRAN Kemana-mana ... Inilah Hukum dan Cara agar PIKIRAN kita FOKUS Saat mengerjakan Shalat

 

sumber foto : Islam NU Online

SALAT diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Takbiratul ihram dianggap sebagai pintu masuk untuk mengingat Allah SWT. Segala bentuk kegiatan yang diperbolehkan di luar salat, seketika takbir semuanya mesti ditinggalkan, alias diharamkan.

Setelah berniat dan melakukan takbir, seharusnya pikiran dan hati kita fokus untuk beribadah dan tertuju pada Allah SWT. Namun masalahnya, mengendalikan pikiran bukanlah perkara mudah.

Seringkali pikiran lain muncul tiba-tiba di benak kita seperti soal pekerjaan, anak, harta, dan dagangan. Bahkan dalam shalat pun, terkadang khayalan aneh datang menghantui pikiran. Sehingga, semua itu membuat kekhusyukan ibadah menjadi terganggu dan berkurang. Lalu bagaimana hukumnya? Apakah masih sah salat orang yang mengkhayal ketika salat?

Terkait masalah ini, Imam An-Nawawi punya jawaban di dalam kitabnya Fatawa Al-Imam An-Nawawi:

إذا فكر في صلاته في المعاصي والمظالم ولم يحضر قلبه فيها ولا تدبر قراءتها هل تبطل صلاته أم لا؟ أجاب رضي الله عنه: تصح صلاته وتكره..

Artinya, “Bila seorang mengkhayal maksiat dan kezalimaan pada saat shalat sehingga hatinya tidak fokus dan dia tidak meresapi bacaannya, apakah salatnya masih sah? ‘Shalatnya sah, namun makruh,’” jawab Imam An-Nawawi.”

Orang yang mengkayal, pikirannya melayang ke mana-mana, bahkan memikirkan sesuatu yang buruk, shalatnya masih dihukumi sah. Meskipun sah, salatnya dianggap makruh karena hatinya tidak hadir dan dia tidak meresapi bacaan yang dilafalkannya.

Lalu apakah diterima shalatnya? Wallahu a’lam. Kita tidak pernah tahu shalat yang kita kerjakan tersebut apakah diterima atau tidak. Namun Allah SWT menerangkan dalam sebuah hadits qudsi tentang salat yang Ia terima:

Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku hanya akan menerima salat orang-orang yang merendahkan dirinya-karena kebesaran-Ku, menahan dirinya dari hawa nafsu karena Aku, yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berdzikir kepada-Ku, yang melazimkan hatinya untuk takut kepada-Ku, yang tidak sombong terhadap makhluk-Ku, yang memberi makan pada orang yang lapar, yang memberi pakaian pada orang yang telanjang, yang menyayangi orang yang terkena musibah, yang memberikan perlindungan kepada orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari. Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan. Aku akan berikan ilmu ketika dia tidak tahu. Aku akan lindungi dia dengan kebesaran-Ku. Aku akan suruh Malaikat menjaganya. Kalau dia berdoa kepada-Ku, Aku akan segera menjawabnya. Kalau dia meminta kepada-Ku, Aku akan segera memenuhi permintaannya. Perumpaannya dihadapan-Ku seperti perumpamaan surga Firdaus”.

Berikut cara agar tidak mengkhayal dalam salat:

Sadar

Hal yang paling pertama yang harus kita ketahui adalah menyadari bahwa setiap kali kita melakukan ibadah pasti ada yang setan yang membisikan agar kita tidak khusyu dalam salat. Bisikan itu berupa riya, khayalan, dan rayuan negatif lainnya yang harus dan patut untuk kita dilawan.

Konsentrasi

Menurut Ustadz Basalamah dalam melaksanakan setiap ibadah, khususnya ibadah salat haruslah kita kerjakan dengan tenang. Tenang disini maksudnya adalah konsentrasi yakni tenang dalam membaca bacaan salat atau tidak terburu-buru, tenang dan fokus setiap melakukan gerakan salat agar tertata dengan rapi.

Baca Ta’audz

Dalam sebuah riwayat hadits yang menjelaskan tentang sebuah kisah ketika Sahabat Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala Akupun melakukan hal itu dan Allah Subhaanahu wa ta’aala menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim).

Muhasabah Diri

Adapun selain godaan setan dalam menghambat kita dalam ibadah yakni dosa yang ada pada dalam diri kita. Maka, cobalah untuk bermusahabah diri yakni mengingat-ingat hal apa yang dapat mendatangkan dosa bagi diri kita. Setelah mengetahui apa saja yang dapat mendatangkan dosa bagi diri kita, tutup pintu dosa tersebut yakni dengan cara menjauhi berbuat dosa tersebut, dan istiqomah untuk menjaga diri dari berbuat dosa.

Kekhusyukan memang tidak menjadi kewajiban di dalam salat, namun bukan berarti kita mengabaikannya. Kita mesti mengupayakan dan mengusahkannya. Minimal kita berusaha merenungi dan meresapi setiap bacaan yang dilafalkan ketika shalat. Di sini kita mengerti betapa kekhusyukan adalah barang mahal tiada tara. Wallahu A’lam Bisshowab.

sumber : Ferly Marison via sibernas.com

Belum ada Komentar untuk "SHALAT tapi PIKIRAN Kemana-mana ... Inilah Hukum dan Cara agar PIKIRAN kita FOKUS Saat mengerjakan Shalat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel