Rugi Jika tidak Baca Qur'an... Inilah 4 Jenis Syafaat Al-Quran bagi Orang yang Menjaga, Membaca serta Mengamalkannya kelak di akhirat

 

sumber foto : 99.co

Allah Swt telah menjaga Kitab Suci Alquran lewat dua cara; tulisan mushaf dan dada para penghafal Alquran. Di anatara keduanya, penjagaan yang paling kukuh adalah lewat dada-dada para penghafal dan pengkajinya, karena mushaf-mushaf Alquran bisa saja punah dari masa ke masa atau dari suatu negeri tertentu dengan faktor peperangan atau lainnya.

Hal itu disampaikan Pembimbing Tahfidz Yayasan Darul Qur’an Indonesia Syekh Muhammad Ali Jaber dalam acara Tablig Akbar yang diadakan oleh Takmir Masjid Ngemplak bekerja sama dengan PPPA Darul Qur’an dan Forum Komunikasi Ustaz (FOKUS) Ngemplak di Masjid Bilfadlilah Sawahan, Ngemplak, Boyolali dulu.

Syekh Muhammad Ali Jaber menjelaskan bahwa Alquran adalah kitab Allah Swt yang sangat istimewa. Keistimewaan ini tidak dimiliki oleh kitab-kitab sebelum Alquran, seperti Taurat, Injil, dan Zabur.

Salah satu keistimewaannya adalah ia mampu memberikan syafaat kepada pembacanya. Oleh sebab itu, Nabi Saw menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak membaca Alquran agar kelak mendapatkan syafaat Alquran, “Bacalah Alquran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.”

Hadis ini diperkuat oleh hadis lainnya yang menyatakan bahwa kelak (di hari kiamat) Alquran akan datang memohon secara langsung kepada Tuhannya agar menganugerahkan kepada pembacanya sebuah mahkota kemuliaan.

Kemuliaan ini tidak didapatkan oleh seseorang kecuali bagi yang gemar dan memperbanyak membaca Alquran. Nabi bersabda, “Kelak di hari kiamat Alquran akan datang, seraya memohon kepada Tuhannya, ‘Wahai Tuhan, pakaikanlah kepadanya (pembaca Alquran)!’ Kemudian ia dipakaikan mahkota kemuliaan. Kemudian ia memohon kembali, ‘Wahai Tuhan, tambahkanlah!’ Kemudian dipakaikan pakaian kemuliaan. Kemudian ia memohon lagi, ‘Wahai Tuhan, ridailah ia!’ Kemudian Allah pun meridainya. Maka ia berkata: bacalah dan naiklah. Sebab setiap satu ayat akan dilipatkan satu kebaikan.” [H.R. Imam Turmudzi]

Dari kedua hadis di atas, dapat dipahami bahwa kebenaran syafaat Alquran kelak di hari kiamat memang nyata dan tidak terbantahkan. Meskipun demikian, untuk mendapatkan syafaat Alquran, seseorang harus memiliki hati yang terikat kuat dengan Alquran, menjadikan Alquran sebagai petunjuk, pemimpin, dan pedoman dalam hidupnya.

“Tapi, apabila Alquran hanya dijadikan penghias dinding dan lemari, tidak diamalkan isi kandungannya, maka ia akan menarik pemilik dan pembacanya ke dalam kobaran api neraka,” ujar Syekh Muhammad Ali Jaber.

Selanjutnya, ia menerangkan bahwa di antara sekian jenis syafaat Alquran tersebut adalah:

Pertama, Alquran sebagai pemberi syafaat untuk masuk surga

Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda, “Bacalah Alquran karena Alquran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabur dan mengamalkannya). Bacalah al-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan, atau seperti dua cahaya sinar matahari, atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya, keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surah tersebut.” [H.R. Muslim]

Syekh Muhammad Ali Jaber menjelaskan bahwa hadis ini merupakan motivasi dan perintah agar kita terus membaca Alquran. “Ia (Alquran) memberikan syafaat bagi penjaganya, yaitu orang-orang yang selalu membacanya, berpegang teguh dengan kandungannya, melaksanakan perintahnya, dan menjauhi larangannya,” jelasnya.

Kedua, Alquran sebagai pengangkat derajat dalam surga

Rasulullah Saw bersabda, “Dikatakan pada orang yang menjadi penjaga Alquran, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu (tingginya derajatmu di surga) adalah tergantung pada akhir ayat yang engkau baca.” [H.R. Abu Daud dan Tirmidzi]

“Para ulama rahimahumullah menyatakan bahwa setiap seseorang membaca satu ayat, maka ia akan dinaikkan satu tingkatan surga hingga ia berhenti pada ayat terakhir hafalannya,” papar Syekh Muhammad Ali Jaber.

Ketiga, Alquran menghindarkan penjaganya dari adanya hisab (penghitungan amalan) yang buruk
Dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abbas Ra berkata, “Siapa yang membaca Alquran dan mengikuti petunjuknya, maka Allah akan memberinya hidayah di dunia, dan melindunginya dari buruknya hisab amalan di hari kiamat kelak, karena Allah telah berfirman, “Barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka ia tidak akan sesat (di dunia) dan sengsara (di akhirat).” [Q.S. Thaha: 123]

Dalam tafsir ayat ini, Imam Ibnu ‘Aasyur rahimahullah berkata, “Firman-Nya dalam ayat ini “maka ia tidak akan sesat” bermakna bahwa bila seseorang mengikuti petunjuk yang berasal dari Allah yang diturunkan lewat lisan Rasul-Nya, maka ia akan diselamatkan dari adanya kesesatan di dunia ini … adapun makna “tidak akan sengsara” adalah tidak mendapatkan kesengsaraan di akhirat nanti, sebab bila ia telah selamat dari kesesatan di dunia ini, maka dengan serta merta ia juga akan selamat dari kesengsaraan di akhirat kelak.”

Keempat, orang tua penjaga Alquran mendapatkan syafaat kemuliaan di akhirat kelak

Dalam hadis disebutkan, “Barang siapa membaca Alquran dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari seandainya berada di rumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai (ganjaran pahala) orang yang mengamalkannya?” [H.R. Abu Daud]

Hadis ini menjelaskan secara gamblang bahwa keutamaan ini hanya didapatkan oleh kedua orang tua penjaga Alquran yang membaca atau menghafal dan mengamalkannya.

Para penjaga Alquran adalah orang-orang yang mengamalkan kandungannya meskipun mereka tidak menghafalnya di luar kepala, sebab itu barang siapa yang membaca Alquran dan mengamalkan kandungannya, maka ia sudah termasuk kerabat Allah secara khusus, baik ia menghafalnya di luar kepala atau tidak.

“Namun, bila ia menghafalnya maka tentunya sangat utama, dan bila ia tidak menghafalnya dan hanya selalu membacanya lewat mushaf dengan selalu mengamalkan kandungannya, maka ia termasuk dalam golongan penjaga Alquran,” ungkap Syekh Muhammad Ali Jaber.

Demikianlah beberapa jenis keterangan dari Syekh Muhammad Ali Jaber tentang syafaat Alquran terhadap para penjaganya di akhirat kelak. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang diberikan syafaat olehnya di hadapan Allah Saw kelak.

sumber : Ibnu via hadila.co.id

Belum ada Komentar untuk "Rugi Jika tidak Baca Qur'an... Inilah 4 Jenis Syafaat Al-Quran bagi Orang yang Menjaga, Membaca serta Mengamalkannya kelak di akhirat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel