Keistimewaan Surah al-Ikhlash ... Inilah Istimewanya surat Al-Ikhlas dibanding surat-surat yang lain dalam Al-Quran

 

sumber foto : Inews jateng

Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya surah al-Ikhlash setara dengan sepertiga al-Quran. Berikut ini akan disebutkan dalil yang menunjukkan akan hal itu, kemudian akan dikutipkan penjelasan Ulama, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Ibn Utsaimin rahimahumallah tentang apakah yang dimaksud dengan “setara dengan sepertiga alQuran” tersebut.

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِى لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ. قَالُوا وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ. قَالَ: (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) يَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Dari Abud Dardaa’ –semoga Allah meridhainya- dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: “Apakah kalian merasa lemah untuk membaca dalam semalam sepertiga al-Quran”. Para Sahabat berkata: Bagaimana membaca sepertiga al-Quran (dalam semalam)? Nabi bersabda: “Qul huwallaahu Ahad, setara dengan sepertiga al-Quran”.
(H.R Muslim)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ جَزَّأَ الْقُرْآنَ ثَلاَثَةَ أَجْزَاءٍ فَجَعَلَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ جُزْءًا مِنْ أَجْزَاءِ الْقُرْآنِ

Sesungguhnya Allah membagi al-Quran menjadi 3 bagian dan Dia menjadikan Qul huwallaahu Ahad sebagai salah satu dari bagian al-Quran
(H.R Muslim)

Dalam riwayat lain, dinyatakan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: احْشِدُوا فَإِنِّى سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ. فَحَشَدَ مَنْ حَشَدَ ثُمَّ خَرَجَ نَبِىُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَرَأَ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) ثُمَّ دَخَلَ فَقَالَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ إِنِّى أُرَى هَذَا خَبَرٌ جَاءَهُ مِنَ السَّمَاءِ فَذَاكَ الَّذِى أَدْخَلَهُ. ثُمَّ خَرَجَ نَبِىُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : إِنِّى قُلْتُ لَكُمْ سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ أَلاَ إِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: “Berkumpullah, sesungguhnya aku akan membacakan untuk kalian sepertiga al-Quran”. Maka berkumpullah sebagian orang kemudian keluarlah Nabiyyullah shollallahu alaihi wasallam membaca Qul huwallaahu Ahad kemudian masuk (ke tempat beliau). Maka sebagian dari kami berkata kepada sebagian yang lain: Aku mengira bahwa telah datang khabar dari langit (wahyu). Itulah yang menyebabkan beliau masuk (ke rumah). Kemudian Nabiyyullah shollallahu alaihi wasallam keluar dan bersabda: “Sesungguhnya aku tadi berkata kepada kalian: Aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al-Quran. Ketahuilah, sesungguhnya ia (Qul huwallaahu Ahad) setara dengan sepertiga al-Quran”.
(H.R Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan:
Sesungguhnya Qul Huwallaahu Ahad setara dengan sepertiga alQuran. alQuran jika dilihat makna-maknanya terbagi menjadi tiga. Sepertiganya adalah tauhid, sepertiganya lagi adalah kisah-kisah, dan sepertiga berikutnya adalah perintah dan larangan. Sesungguhnya alQuran adalah Kalam Allah. Kalam bisa berupa penciptaan, bisa berupa khabar. Khabar bisa tentang Sang Pencipta dan bisa tentang makhluk. Sedangkan penciptaan itu berupa perintah, larangan, dan pembolehan.

Qul Huwallaahu Ahad terdapat sepertiga bagian yaitu tauhid yang merupakan khabar tentang Sang Pencipta. Nabi shollallahu alaihi wasallam telah bersabda bahwasanya Qul Huwallaahu Ahad setara dengan sepertiga alQuran. Setara dengan sesuatu adalah yang sama dengannya namun bukan sejenis. Sebagaimana Allah berfirman:

…أَوْ عَدْلُ ذَلِكَ صِيَامًا…

…Atau yang setara dengan itu (sebagai gantinya adalah) berpuasa… (Q.S al-Maaidah ayat 95)

Hal itu menunjukkan bahwasanya (Qul Huwallaahu Ahad itu) memiliki pahala yang sama dengan sepertiga dalam kadarnya. Namun tidak sama dengannya dalam sifat. Seperti orang yang punya 1000 dinar, sedangkan orang lain punya yang setara dengannya berupa perak, tembaga dan selainnya.

Karena itu tetap diperlukan seluruh bagian dari alQuran, tidak bisa merasa cukup dari (bagian lainnya). Surah ini tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan secara mutlak. Sebagaimana seseorang memerlukan bagian dari hartanya pada macam yang lain. Seorang hamba masih memerlukan perintah, larangan, dan kisah-kisah.

(Iqtidha’ as-Shirathil Mustaqim (1/464-465))


Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
(Surah al-Ikhlash) setara dengan sepertiga alQuran artinya pahalanya seperti pahala (membaca) sepertiga alQuran. Namun ia tidak bisa mencukupi dari alQuran. Karena itu jika seseorang misalkan membacanya tiga kali sebagai ganti membaca alFatihah dalam shalat, hal itu tidaklah memadai. Karena ada perbedaan antara kesetaraan dalam hal pahala dengan kesetaraan dalam hal kecukupan.

Adakalanya sesuatu itu setara dengan sesuatu yang lain dalam hal pahala, namun tidak bisa setara dalam hal kecukupan. Bagaimana pendapat kalian jika seseorang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR 10 kali, ini seperti memerdekakan 4 jiwa dari keturunan Ismail. Artinya setara dengan memerdekakan 4 budak. Namun, jika ia punya kewajiban harus memerdekakan 4 budak, kemudian ia (hanya) mengucapkan (dzikir) itu, hal itu tidaklah bermanfaat (mencukupi kewajibannya). Ada perbedaan antara kesetaraan dalam pahala dengan kesetaraan dalam kecukupan.

(Surah al-Ikhlash itu) setara dengan sepertiga alQuran dalam hal pahala. Namun ia tidak setara dalam hal kecukupan. Karena itu, jika seseorang membacanya 3 kali dalam shalat itu masih belum menggantikan (keharusan membaca) al-Fatihah.

sumber : Abu Utsman Kharisman via itishom.org

Belum ada Komentar untuk "Keistimewaan Surah al-Ikhlash ... Inilah Istimewanya surat Al-Ikhlas dibanding surat-surat yang lain dalam Al-Quran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel