Rosulullah tidak Pernah berhenti mengerjakan amalan ini... Inilah Ibadah yang tidak pernah Rosul tinggalkan selama masa Hidupnya

sumber foto : liputan6
Sahabat fillah, pasti sering mendengar ajakan untuk mengerjakan puasa sunnah Ayyamul Bidh. Sebenarnya apakah Puasa Ayyamul Bidh itu?

Puasa Ayyamul Bidh diambil dari kata Ayyam atau jamak dari Al-yaum yang berarti hari dan kata Bidh yang berarti putih. Secara keseluruhan makna, Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih, hari yang cemerlang atau hari purnama.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu dari macam-macam puasa sunnah yang dianjurkan dan dijalankan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Ibadah puasa ini dilakukan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 di bulan Hijriyah, namun tidak boleh dilakukan pada Hari Tasyrik 13 Dzulhijjah.

Ayyamul bidh juga sering disebut dengan puasa putih. Bukan karena orang yang mengamalkannya harus memakan makanan atau minuman berwarna putih, tapi karena ada fenoma alam. Ibadah puasa ini berlangsung pada tengah bulan Hijriyah yang bertepatan dengan terjadinya bulan purnama. Pada pertengahan bulan tersebut di malam hari langit terlihat begitu terang dan cerah oleh sinar bulan.

Sahabat Fillah, tahukan Anda bahwa ada hal yang luar biasa, hikmah di balik sunnah Puasa Ayyamul Bidh ini?

Saat bulan purnama, jarak bulan yang dekat dengan bumi menyebabkan gaya grafitasi bulan mempengaruhi ketinggian air laut di muka bumi, dan terjadilah pasang air laut. Grafitasi bulan ini tak hanya memengaruhi kondisi bumi tetapi juga benda hidup lainnya. Terutama manusia.

Seorang peneliti Amerika pernah mengadakan penelitian mengenai kondisi kejiwaan manusia ketika terjadi bulan purnama. Hasil penelitian itu menyebutkan bahwa saat bulan purnama kondisi kejiwaan manusia cenderung tidak terkendali, lebih labil dan lebih emosional. Bukan hanya manusia, makhluk hidup lainnya pun mudah marah, mudah tersinggung, mudah senang, mudah sedih. Singkatnya, semua sifat yang ada pada dirinya menjadi lebih mudah terekspos. Kondisi ini menjadi penyebab banyak mitos dan film yang mengaitkan antara hal-hal buruk dan menyeramkan dengan bulan purnama. Golongan musyrikin malah memanfaatkan purnama untuk melakukan ritual-ritual sakral saat bulan purnama karena dipercaya pada masa-masa itu ada energi tersendiri yang memungkinkan ritual berhasil dengan hasil yang maksimal.

Namun Islam telah memberi tuntunan pada umatnya agar tidak terkena pengaruh kelabilan emosi yang terjadi pada tanggal tersebut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, jauh sebelum hasil penelitian orang Amerika itu dirilis, sudah menganjurkan kita berpuasa Ayyamul Bidh, agar hati kita selalu terjaga dari amarah, nafsu dan segala sifat buruk lain yang cendrung lebih meluap pada saat itu dibanding saat-saat lainnya.

Masya Allah.

Dalam hadits riwayat An Nasai no. 2347 disampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa Ayyamul Bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani juga mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Dalil lain yang mendukung anjuran puasa sunnah Ayyamul Bidh ini juga didapat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah.” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin di Syarh Riyadhus Sholihin menjelaskan, ketika seseorang berpuasa, maka satu kebaikan yang dilakukannya dilipat gandakan pahalanya menjadi 10 kebaikan.

Maka saat ia berpuasa 3 hari pada setiap bulan, sama saja dengan mendapat kebaikan sebanyak 30 hari. Dengan begitu, seolah-olah orang tersebut berpuasa sepanjang tahun, jika melakukan puasa rutin 3 hari setiap bulannya.

Puasa memberi banyak manfaat bagi tubuh seperti meningkatkan sensitivitas insulin, mempercepat metabolisme tubuh, memberikan detoks alami bagi tubuh, termasuk mengendalikan berat badan. Menjalankan puasa berarti juga memberi waktu pada tubuh untuk beristirahat sejenak. Namun yang lebih utama dari berpuasa sunnah adalah menghidupkan sunnah nabi.

Dalam hadist Anas bin Malik, Rasulullah SAW pernah berkata,

"Dan barang siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barang siapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di surga."

Dipost oleh : Umrotix

Belum ada Komentar untuk "Rosulullah tidak Pernah berhenti mengerjakan amalan ini... Inilah Ibadah yang tidak pernah Rosul tinggalkan selama masa Hidupnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel