Kisah Romantis Indahnya Proses Ta'aruf yang Allah Takdirkan kepada Dua Hambanya ini

Kisah Romantis Ta'aruf

Seorang akhwat memberanikan diri mengirim surat kepada ikhwan yang berisi pengajuan diri ingin menjadi istrinya 🙂

Akhwat : (isi surat sang akhwat) 🙂 *untukmu wahai akhi yang selalu di rahmati oleh allah ta'ala
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Maaf akhi saya lancang mengirimkan surat ini kepadamu, maksud hati ingin menyambung tali silaturahmi dan mengatakan sesuatu hal kepadamu, saya sudah lama sekali mengagumimu akhi, mungkin ini perasaan yang Allah Ta'alaa beri dan rasa ini adalah fitrah dari sang ilahi, sebenarnya saya malu mengatakannya tapi bagaimana lagi, saya takut perasaan fitrah ini menjadi fitnah. Saya ingin akhi menikah denganku menjadikan saya sebagai istrimu dan membimbimku menjadi wanita shaliha agar kelak saya dapat menggapai jannah-nya
Karna saya ingin menyempurnakan iman dan juga demi terjaganya kehormatan yang saya punya..*

Setelah beberapa bulan surat itupun belum terbalaskan sampai sang akhwat merasa cemas mengambil handphone dan mencoba memberanikan diri mengirimkan sms kepadanya.

Akhwat : Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Ikhwan : (membalas)
Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
Akhwat : akhi, sudah baca surat dariku ?
Ikhwan : (tidak membalas)
Akhwat : akhi kenapa tak menjawab?
Ikhwan : (tidak membalas)
Akhwat : apa akhi menolakku?
Ikhwan : (tidak membalas juga)
Akhwat : maaf akhi jika saya telah mengganggumu
Ikhwan : (tidak membalas)

Setelah beberapa bulan berlalu sang akhwat masih saja mengharapkan jawaban dari sang ikhwan dan mencoba mengirimkan pesan lagi lewat sms .

Akhwat : Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh akhi..
Ikhwan : waalaikumussalam warohmatullahi wabarakatuh
Akhwat : meski akhi terdiam saya tetap menunggu jawaban, tapi mungkin ini yang terakhir kali saya bertanya kembali kepadamu, apakah akhi mau menerimaku ?
Ikhwan : (tidak membalas)
Akhwat :(berhenti mengharapkannya)

Beberapa bulan kemudian datanglah 2 mobil kerumah sang akhwat ..
Seseorang (mengetuk pintu) tok tok tok, dan berkata : assalamualaikum 🙂
Ayah sang akhwat : waalaikumussalam (terkejut) mari silahkan masuk!!
(Setelah itu mereka masuk dan duduk dirumah sang akhwat)

Ayah sang akhwat pun bertanya ada yang bisa saya bantu pak ?
Karna saya sepertinya tidak mengenali anda semua 🙂

Ikhwan : maaf sebelumnya pak, sudah datang kerumah tanpa meminta izin terlebih dahulu, bapak memang tidak mengenali saya tapi putri bapak pasti kenal dengan saya..

Lalu ayah sang akhwat memanggil akhwat tadi..
Ayah sang akhwat : Aisyah aisyah
Akhwat : iya bi
(Sedikit terkejut ketika melihat bahwa tamu yang berada di dalam rumahnya adalah seorang ikhwan yang pernah ia kirimkan surat waktu itu).
Ayah : Apakah kamu mengenalnya ?
Akhwat : iya bi 🙂
(bertanya tanya dalam hati)
Ayah sang ikhwan : pak, tujuan kami datang kemari adalah ingin melamar anak bapak untuk dijadikan istri dari putra saya ..
Karna putra saya telah mengatakan bahwa setelah dia selesai dari pendidikannya dimesir dia akan menikahi anak bapak ..
Akhwat : (terkejut) masyaAllah 🙂 tapi bukankah waktu itu akhi tidak menerimaku ..?
Ikhwan : maafkan saya karna tidak pernah membalas semua pesan ataupun surat darimu..
Aku sudah membaca semuanya saat itupun aku kagum padamu karna baru aku temukan akhwat yang berani mengajak menikah demi menjaga diri dan kehormatannya, menjaga malu dan kesuciannya, yang semata mata agar terhindar dari fitnah 🙂 Saat itu aku tidak membalasnya karena saya tau bahwasannya cara menjaga wanita bagi laki laki adalah dengan menjauhinya karna saat itu saya belum siap untuk menikah, sebab saya belum menyelesaikan pendidikan saya kala itu dimesir ..

Alhamdulillah baru hari ini saya diberi kesempatan untuk datang kerumah dan meminta izin kepada ayahmu bahwa saya ingin menikahimu.
Pak saya ingin menikahi anakmu!!?
Akhwat : (meneteskan air mata bahagia) masyaallah :')
Ayah : saya akan mengizinkan apapun itu yang
terbaik
bagi anak saya, asal kamu dapat menjaga amanah membimbingnya sampai menjadi Wanita shaliha..
Apakah kamu siap putriku ?
Akhwat : insyaAllah saya siap bi 🙂
Ayah : dan apakah kamu siap akhi ?
Ikhwan : insyaAllah siap
Ayah : alhamdulillah 🙂

Keesokan harinya
Ijan qobul telah terucap janji suci telah di ikat. Hubungan mereka menjadi erat sebab dilandaskan cinta dalam iman ...

Ikhwan : (menggandeng tangan sang akhwat) dan berkata "𝐽𝑎𝑑𝑖𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑑𝑎𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑆𝑢𝑟𝑔𝑎𝑘𝑢"🙂
Akhwat : (bersander dipundak sang suami) menangis haru Bahagia :')
No baper no senyum senyum sendiri sekedar nasehat kalau punya perasaan langsung buktikan jangan tebar janji yang kagak pasti.

Penulis : Zainan Syamsudin

Belum ada Komentar untuk "Kisah Romantis Indahnya Proses Ta'aruf yang Allah Takdirkan kepada Dua Hambanya ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel